Spikologi

Psikologi Cinta

on
2nd July 2013

Iseng kali ini mau sedikit ngebahas apa sih cinta kalo dipandang dari psikologi sosial, Salah satu ahli yang bahas sudut pandang cinta dari psikologi sosial  adalah konseptualisasi cinta yang diajukan Robert J. Sternberg (1988, 1993).

Sternberg menyebut pemikirannya ini dengan nama triangular model of love (model segitiga cinta). INGAT INI BUKAN SOAL CINTA SEGITIGA!!!

Image

 

Ketiga hal tersebut adalah komponen yang ada dalam setiap cinta seseorang, tetapi mana yang lebih dominan dari ketiganya tentu berbeda beda kadarnya, atau bisa saja ada satu atau dua komponen yang hilang, sehingga cinta yang ada hanya terdiri dari satu komponen.

Variasi dari kombinasi komponen cinta ini menghasilkan bentuk cinta yang berbeda-beda. 

Bentuk-bentuk cinta tersebut sebagai berikut.

  1. Cinta tergila-gila (infatuation). Cinta yang hanya dibangun oleh komponen nafsu, sedangkan keintiman dan komitmen sangat rendah, bahkan tidak ada sama sekali. Seperti cinta pada pandangan pertama, perselingkuhan, atau hubungan tanpa ikatan (misalnya pasangan kumpul kebo atau one night stand1). Penuh dengan gairah birahi dan sifatnya obsesif.

  2. Cinta romantis (romantic love). Cinta yang melibatkan nafsu dan keintiman. Dasar percintaan, selain didorong oleh hasrat seksual juga ada keinginan untuk membina hubungan yang dekat dan hangat. Biasanya ditemukan pada orang yang sedang pacaran.

  3. Rasa suka (liking). Cinta yang terdiri dari keintiman saja. Bentuk ini ditemukan pada pertemanan sejati atau persahabatan.

  4. Cinta karib (companionate love). Dibangun atas dasar keintiman dan komitmen. Hubungan yang penuh kasih sayang atau kebersamaan. Biasanya dialami oleh pasangan yang sudah lama menikah, ketika nafsu birahi sudah mulai luntur, bahkan hilang.

  5. Cinta kosong (empty love). Hanya terdiri dari komitmen. Keputusan untuk mencintai orang lain tanpa keintiman dan nafsu. Contohnya, cinta yang bertepuk sebelah tangan atau cinta seorang secret admirer yang hanya bisa memuja sang idola dari jauh tanpa berani berbuat lebih.

  6. Cinta konyol (fatuous love). Terdapat komponen komitmen dan nafsu di dalamnya. Sedikit peluang untuk berkembangnya keintiman di dalam hubungan. Misalnya, pasangan yang menikah karena paksaan atau dadakan. Cinta sempurna(consummate love). Sebuah bentuk cinta ideal, yakni ketiga unsur pembentuk cinta terlibat semuanya. Menurut Sternberg, cinta yang lengkap ini mungkin saja terjadi meskipun sulit dicapai. 

TAGS
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT

Kang Helmi
Bandung

Penulis Oportunis, Lulusan fakultas Psikologi Universitas Islam di Bandung, sebenernya lebih seneng ngacapruk ngobrol kesana kemari daripada nulis blog, jadi kalo mw ngobrol apa aja find me! dibawah ini ada beberapa buku asil corat coret yang sempet masuk percetakan dan toko buku terkemuka #bhihik