Psikologi

Grafologi

on
20th October 2008

Mengintip Kepribadian dari Tulisan Tangan

Pertanyaannya kemudian adalah, bisakah kepribadian seseorang ditangkap berdasarkan tulisan tangannya? Jawabannya adalah, karena buku ini ditulis, berarti bisa!
Pada dasarnya segala yang berifat grafis (tulisan atau gambar) di dalamnya terjadi kolaborasi antara gerakan motorik dan kondisi psikis seseorang. Kolaborasi ini sering disebut dengan psikomotor. Saat kita menulis pada hakikatnya kita sedang mengadakan kontak dengan emosi dan intelektualitas. Ketika kita menulis, proses yang terjadi bukan hanya yang berkaitan dengan pergerakan otot. Di sana ikut pula proses-proses psikis, seperti imajinasi, berpikir, motivasi, minat, mood, emosi, dan proses lainnya. Dengan demikian tidak salah jika tulisan atau gambar dikatakan sebagai cerminan dari karakter atau watak seseorang yang terendapkan dalam coretan-coretan. Tidak mengherankan pula mengapa kita bisa “membaca” kepribadian seseorang dari karya grafisnya.

Sewaktu belajar menulis di sekolah, oleh ibu atau bapak guru kita diajarkan cara menulis yang seragam. Ibu Guru menuliskan beberapa huruf di papan tulis dan kita diharuskan menirunya berulang-ulang. Bapak Guru menuliskan sebaris kalimat di buku tulis kita dan kita harus menirunya sampai sehalaman penuh. Semakin mirip tulisan kita dengan ibu/bapak guru, semakin tinggilah nilai yang kita peroleh. Sebaliknya, tulisan dinilai buruk, tidak rapi, hancur berdasarkan semakin menyimpangnya tulisan kita dari tulisan guru. Idealnya, karena mendapat pengajaran seperti itu, maka semua tulisan kita (paling tidak semua teman sekelas) akan sama bentuknya. Fakta di lapangan ternyata mengungkapkan hal yang berlainan. Masing-masing diri kita mempunyai dan mengembangkan ciri khas atau gaya tulisan sendiri-sendiri. Mengapa bisa seperti ini? Ini jelas bukan masalah gerak motorik tangan dan jari belaka. Tanpa kita sadari, saat menulis sebenarnya kita sedang membuat sebuah tulisan tentang diri kita sendiri. Di dalamnya bercerita tentang masa lalu, vitalitas, emosi, kejujuran, identitas, harga diri, dan berbagai karakter kita yang lain.

Tanda tangan itu merupakan satu hal yang penting. Tanda tangan menjadi sejenis segel yang menyatakan keberadaaan kita di hadapan orang lain. Biasanya proses seseorang memilih tanda tangan yang paling cocok dengan dirinya merupakan sebuah proses yang tidak sebentar. Jarang sekali ada orang yang tiba-tiba saja “memperoleh” tanda tangannya. Ingatlah kembali ketika kita belajar membuat tanda tangan. Berkali-kali kita mencoret-coret di selembar kertas sampai akhirnya memperoleh suatu bentuk yang kita “patenkan” sendiri. Semua berjalan sendiri tanpa ada yang mengajari! Selama proses tersebut sudah pasti aspek-aspek psikis sangat memengaruhi, seperti kreativitas, minat, konsentrasi, dan selera kita. Banyak segi kepribadian dalam alam bawah sadar kita ikut terungkap dan terekam dalam sebuah coretan berupa tanda tangan.

Kedua contoh di atas merupakan bukti yang menyatakan bahwa betapa mungkinnya kepribadian seseorang “diintip” atau dilihat dari hasil tulisannya.
Kamu jangan menganggap metode “membaca” tulisan ini sebagai sesuatu yang gaib, atau metode dukun. Memang tidak dapat dimungkiri bahwa dulu ilmu ini masih termasuk dalam cabang ilmu begituan (gaib maksudnya). Namun, seiring dengan berjalannya waktu, ilmu ini mulai dikaji melalui berbagai penelitian-penelitian ilmiah dari para ilmuwan. Akhirnya masuklah ilmu ini ke dalam salah satu bidang psikologi.
Di negeri-negeri “sono”, analisis tulisan tangan ini berkembang pesat dan digunakan untuk berbagai kepentingan, dari soal kriminal, politikm sampai seleksi calon pegawai baru. Di negeri kita tercinta ini, sampai sekarang perkembangan analisis tulisan tangan belum terdengar sebegitu “wah” dibandingkan dengan negara lain. Namun, ada kabar bahwa salah seorang analis yang tinggal di Bandung, memasang tarif sampai jutaan rupiah untuk sekali menganalisis karakter seseorang dari tulisan tangannya. Ya, siapa tahu, dimulai dengan buku sederhana ini, kamu menjadi semakin tertarik pada dunia analisis tulisan tangan, mendalaminya dengan tekun, kemudian kamu menjadi seorang analis ahli yang meraup banyak uang.

Saking canggihnya metode analisis ini, gangguan fisik dan penyakit-penyakit seseorang pun bisa kita ketahui. Bayangkan! Irene B Levitt, salah seorang analis andal dari Amerika, dalam karyanya yang berjudul Brain Writing, menceritakan bahwa ia bisa mengetahui seseorang mengalami gangguan kantong kemih melalui tanda kecil dalam huruf G. Luar biasa, bukan?
Kamu tahu enggak?
Apa?
Enggak tahu?
Baiklah akan kami beritahu. Begini lho, banyakkasus skandal dunia yang terpecahkan oleh ilmu grafologi ini. Skandal Watergate yang melibatkan Presiden AS Richard Nixon antara lain terungkap lewat analisis tanda tangannya yang berbentuk suatu garis panjang dengan suatu x yang melaluinya. Begitu pula kasus Iran-Contra, yakni penjualan senjata secara ilegal kepada Iran, oleh Kolonel Oliver North.
Penggelapan uang sejumlah 62.000 dolar AS dari sebuah klinik di AS pada 1990-an juga terlacak berkat sejumlah tulisan tangan. Menurut analisis seorang pakar grafologi, dari sejumlah orang itu ada satu orang yang menulis dengan “baris terakhir dari kata awalnya mulai lebih jauh ke kiri dibandingkan dengan kata awal pada baris di atasnya”.
Ciri ini menandakan orang tersebut kehilangan spontanitas dan memiliki kecenderungan berbohong. Setelah dikaji lebih dalam oleh pihak kepolisian, orang yang paling dicurigai itu akhirnya mengakui perbuatannya (Sinar Harapan, 16 Juni 2007).

dikuti dari buku “Menguak Rahasia Tulisan Tangan dan Tanda Tangan”

penerbit Visimediapustaka

Dyan R Helmi A.K.A @kanghelmi

TAGS
RELATED POSTS
2 Comments
  1. Reply

    Mira Atsari

    29th September 2009

    Tau tempat buat tes tulisan tangan gitu di Bandung ngga?

    • Reply

      kanghelmi

      3rd August 2011

      tempat pastinya sih gatau jeng… tapi biasanya sih berupa pelatihan yang dilakukan hanya dalam beberapa hari gitu deh…

LEAVE A COMMENT

Kang Helmi
Bandung

Penulis Oportunis, Lulusan fakultas Psikologi Universitas Islam di Bandung, sebenernya lebih seneng ngacapruk ngobrol kesana kemari daripada nulis blog, jadi kalo mw ngobrol apa aja find me! dibawah ini ada beberapa buku asil corat coret yang sempet masuk percetakan dan toko buku terkemuka #bhihik